Translate

Welcome

Selamat datang di blog saya, dan terima kasih atas kunjungannya SEMOGA ANDA TIDAK BOSAN ATAS BLOG SAYA, jangan lupa di beri kritik dan saran ya..... Welcome to my blog, and thanks for visiting, do not forget to give criticism and advice in it .....

Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Desember 2011

SIFAT UNSUR PRIODE KETIGA


A. SIFAT UNSUR PRIODE KETIGA
1. Sifat Umum
            Sifat umum periode berubah sesuai kecendrungan sifat umum system priodik unsur.
·        Jari – jari atom
Jri – jari atom dari Na ke Ar semakin kecil.  Hal ini berkaitan dengan semakinbertambahnya muatan inti, sehingga gayatarik inti atom terhadap electron semakin kuat.
·        Energi ionisasi
Energi ionisasi unsur – unsur priode ke tiga cenderung semakin besar. Energi Mg lebih besar daripada energy Al, demikian juga dengan p dan s, hal ini berkaian dengan elekton valensinya dimana pada atom Mg semua eletron valensinya berpasangan sedangkan Al electron valensinya belum berpasangan.
·        Titik didih dan titik lebur
Titik didih dan titik lebur naik secara teratu dari Na sampai Si, kemudian turun tajam pada S dan kemudin turun sacara teratur. Perubahan titik didih dan titik lebur dari unsur priode tiga berkaitan dengan struktur dan masing – masing dalam keadaan bebes.


2. Sifat Logam Dan Nonlogam
            Dalam system priodik, unsur – unsur logam letaknya di sebelah kiri dan unsur – unsur nonlogam di sebelah kanan. Dalam periode tiga, logam paling relative adalah natrium dan nonlogam palin relative adalah klor. Jika natrium direaksikan dengan gas klor, maka akan terjadi reaksi yang sangat hebat disekitar percikan bunga api.

Na(s) + ½ Cl2(g)                  NaCl(s)
3. Sifat pereduksi dan sifat pengoksidasi
            Jika natrium, magnesium atau aluminium direaksikan dengan air, maka terbentuk hidroksida.
TABEL ENERGI UNSUR – UNSUR PERIODE KETIGA(Kj mol-1)
Unsur
I
II
III
IV
V
Na
Mg
Al
Si
P
S
Cl
502
744
584
793
1.018
1.006
1.257
4.569
1.457
1.823
1.583
1.909
2.257
2.303
6.919
7.739
2.751
3.238
2.918
3.367
3.828
9.550
10.547
11.548
4.362
4.962
4.570
5.164
13.356
13.636
14.837
16.098
6.280
7.01
6.548

2Na (s) + 2H(l)                                          2Na+ + 2OH- (aq) + H2(g)
Mg(s) + 2H2O(l)                                         Mg2+ (aq) + 2H2O(aq)  +  H2(g)
2Al(s) + 6H2O                                            2Al3+ (aq) + 6OH- (aq) + 3H2 (g)

            Reaksi air dengan Na berlangsung cepat, tetapi dengan Mg dan Al berlangsung lambat. Jiak magnesium dan aluminium sebelumnya dicelupkan kedalam larutan MgCl2, maka reaksi berlangsung lebih cepat karena air raksa yang tebentuk akan menghancurkan logam sehingga mudah bereaksi dengan air.

Mg(s) + 3HgCl2(aq)                                        2AlCl3(aq) + 3Hg(l)
2Al/Hg(l) + 6H2O(l)                                     2Al3+(aq) + 6OH- + 3H2(g) + Hg(l)

Seperti halnya dengan natrium, magnesium, dan aluminium juga mudah bereaksi dena klor membentuk klorida.
Mg(s) + Cl2(g)                                 MgCl2(s)
2Al(s) + 3Cl2(g)                                       2AlCl3(s)
Kekuatan memproduksi ketiga logam itu tampak dari potensial oksidasi standar mereka.
Na(s)                         Na+ + e- ; E0 = + 2,71V
Mg(s)                         Mg2+ + 2e- ; E0 = + 2,36V
Al(s)                        Al3+ + 3e- ; E0 = + 1,66V

Hal ini terlihat dari reaksi yang melamban dengan Cl2 dan O2.
          Reaksi fosfor dengan magnesium menghasikan fosfida, sedangkan reaksi belerang dengan hydrogen menghasilkan sulfide. Dalam fosfida, fosfor memliki bilangan oksidasi negative dan dalam sulfide, belerang memiliki bilanga oksidasi negative.
P4(s) + 5O2                                                               P4O10(s)
1/8 S8 (s) + O2(g)                                      SO2(g)
P4(s) + 6Mg(s)                                          2Mg3P2(s)
1/8 S8(l) + H2(g)                                        H2S(g)
Sifat pengoksidasi belerang lebih besar daripada fosfor terlihat dari fotensian oksidasi dasar berikut;
P(s) + 3H+ (aq) + 3e-                                        PH3 (g);
                                                                                E0 = + 0,06 V
S(s) + 2H+ (aq)                                                  H2S (g);
                                                                                E0 = + 0,17 V
Hal ini menunjukan bahwa klor bersifat pengoksidasi dalam banyak reaksinya.
½ Cl2(g) + 3H+ e-                                                     Cl-; E0= 1,36 V
½ Cl2(aq) + e-                                                           Cl-; E0 = + 1,40 V

4. Sifat Asam dan Sifat Basa Senyawa Hidroksida
          Struktur senyawa hidroksida unsur – unsur priode ketiga dapat digambarkan sebagai berikut.

M – O – H
M adalah setiap unsur dalam priode tiga. Senyawa hidroksida ini dapat bertidak sebagai basa atua asam, bergantung pada letak pemutusan ilkatan. Jika pemutusan terjadi pada ikatan M – O, maka bersifat asam. Letak pemutusan ikatatan tergantung pula pada besar kecilnya ionisasi M. Jika eneri ionisasi M kecil, maka M cenderung melepas electron sehingga ikatan H – O mudah putus dan larutan bersifat basa.
M – O – H                 M+ + OH-

Sebaliknya, jika ionisasi M besar, maka  M cenderung menarik electron ke arah dirinya sehingga ikatan O – H menjadi lemah dan putus, larutan bersifat asam
M – O – H                 (M - O)- + H-

5. Sifat – sifat senyawa
          Keterbukaan perubahan unsur priode ketiga dari Na ke Ar tidak hanya terbatas pada sifat – sifat unsurnya, tetapi rumus kimia dan sifat – sifat senyawanya juga menalami peruahan yang teratur.

B. Pengolongan periode ketiga di Alam
1. TABEL UNSUR PERIODE KETIGA DI ALAM
Unsur
Keberadaanya Di Alam
Natrium
Merupakan unsur perangkat kelima sesudah oksigen pada kulit bumi. Di alam terdapat sebagian ion Na+ dalam endapan garam, dan dalam air lau misalnay NaCl.
Magnesium
Merupakan unsur peringkat kedelapan setelah oksigen pada kulit bumi. Di alam terdapat sebagai Mg2+ dalam endapan garam, dan air laut terutama sebagai MgCO3 Yang sukar larut.
Aluminium
Merupakan unsur peringakt ketiga sesudah Oksigen pada lapisan kulit bumi. Di alam terdapat sbagai mineral bauksit Al2O3.XH2O dan krolit Na3AIF6.
Silicon
Merpakan unsur peringkan kedua sesudah oksigen pada kulit bumi. Di alamterdapat sebagai pasir kuasa, SiO2, albit, NaAlSi3O8, anorit, Ca(PO4)2,.
Fosforus
Merupakan unsur peringkat keduabelas setelah oksigen pada kulit bumi. Di alam terdapat sebagai kawah fluoroapit, Ca5, fosforusit, Ca3,(PO4)2, Hidroksi apatit, Ca5(PO4)3(OH)
Sulfur
Merupakan unsur peringkat keempatbelas sesudah oksigen pada kulit bumi. Di alam terdapat sebagai kawah vulkanik (keadaan bebas), sebagai sulfat dan sulfide, galena, PbS, pirit,FeS2, seng blende, ZnS
Klorin
Merupakan unsur peringkat keenambelas setelah oksige pada kulit bumi. Di alam terdapat sebagai ion Cl- dalam air laut.
Argon
Hanya terdapat dalam jumlah yang kecil di udara sebagai unsur bebas.

2. Pengelolaan Unsur pride Ketiga
a. Aluminium
           Dalam industry, aluminm dengan cara elektrolisis aluminium oksida cair. Aluminium oksida diproleh dari bauksid, yaitu aluminium oksida hidrat yang mengandung kotoran misalnya besi (III) oksida dan silicon (IV) oksida, melalui langakah – langkah berikut
·     Bauksit yang masih kotor direaksikan dengan larutan NaOH pekat.
·     Setelah disaring, filternya dincerkan dengan gas CO2 untk mendapatkan aluminium hidroksida
·     Selanjutnya produk disaring untuk memproleh Al(OH)3. Setelah itu dipasangkan agar diproleh Al2O3.
·     Al2O3 dilarutkan didalam lelehan krolit (Na3AlF6). Campuran ini kemudian dimasukan kedalamelektrolisis, terdiri dari anode dan katode karbon.



b. Silikon
            Pasir kuasa (SiO2) dipanaskan dengan kokas pada tempratu sekitar 30000C dalam tanur listrik. Reaktan ditambahkan dari atas tanur. Lelehan Si yang dihasilkan membentuk padatan dengan titk leleh 14100C. Silikon ini cukup murni jika digunakan untuk pembutan aliase dengan logam lain. Namun untuk beberapa penggunaan seperti triansistor, chips komputer , dan sel surya, diperlukan silicon ultra murni. Silicon diproleh dari tanur listrik harus diaolah terlebih dahulu dengan cara memanaskan dengan Cl2.
            Oleh karena itu SiCl4 merupakan zat cair yang mudah menguap, maka pemurnian dilakukan dengan cara distilasi.

c. Fousforus
            Fosfourus dikenal dalam dua bentuk alotropi, yaitu fousforus putih (P4) yang diproleh melalui proses kondensasi uap fousfourus, dan fousforus merah. Fousforus putih lebih reaktif dari fousforus merah dan bersipat racun. Oleh karena itu fousforus putih dapat terbakar sendiri di udara, biasanya disimpan dalam air.

d. Sulfur
            Di alam dikenal du abentuk alotropi sulfur padat, yaitu sulfur rombik dan sulfur monoklin. Sulfur yan biasa kitalihat berwana kuning adalah sulfur rombik, yang setabil dibawah suhu 95,50C, diatas suhu tersebut sulfur rombik akan menjadi sulfur monoklin yang selanjutnya menace pada suhu 1130C.

Kelimpahan Unsur di Alam


A. Kelimpahan Unsur di Alam
1. Struktur dan Komposis Bumi
             Bumi dibagai menjadi lima bagian.
·         Atsmosfer merupakan lapisan yang berujud gas dengan ketebalan 1 – 100 km dan merupakan penyusun atmosfer terkonsentrasi pada ketebalan 5,6 km

TABEL KOMPOSISI UDARA KERING (DI PERMUKAAN LAUT)
NO
GAS PENYUSUN UDARA
Kadar (% volum)
Nama
Rumus Molekul
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Nitrogen
Oksigen
Argon
Karbon dioksida
Neon
Helium
Krypton
Hydrogen
Xenon
Gas lainya
N2
O2
Ar
CO2
Ne
He
Kr
H2
Xe
(Co, no, so2, dll)
78,08
20,95
0,934
0,0314
0,00182
0,000524
0,000114
0,00005
0,000008
Kurang dari 0,002 %

·         Hidosfes merupakan lapisan zat cair (air) termasut laut yang mempunyai meliputi 70,8% permukaa bumi. Selain mengandung air juga terlarut berbagai senyawa untuk industry missal ion natrium dan klorin sebagai larutan NaCl, bromide, iodide, ion magnesium dan kalsium
·         Litosfer merupakan lapisab yang disebut juga sebagai kerak bumi dengan ketebalan sekitar 100km, kerak bumi terdi dari mineral dan biji


TABELL TIPE BEBERAPA SYAWA MINERAL
Tipe Senyawa
MINERAL
Logam
Karbonat
Halicda
Oksida
Fosfat
Slikat
Sulfat
Ag, Au, Bi, Cu, Pd, Pt
Baco3, CaCO3, MgCO3, CuCO3, MgCO3, PbCO3
CaF2, NaCl, KCl, Na3HiF6
Al2O3, 2H2O, Al2O3, Fe2O3, Fe3O4, Cu2O, MnO2
Cu3 (PO4)2, Ca5(PO4)3 OH
Ag2S, ClS, Cu2S
BaSO4, CaSO4, PbSO4, SrSO4, MgSO4, 7H2O

TABEL KOMPOSISI KERAK BUMI
NO
SENYAWA PENYUSUN
Kadar (% masa)
Nama
Rumus molekul
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Silikon krolida
Aluminum kloksida
Besi (ll) oksida
Besi (lll) oksida
Magnesium oksida
Kalsium oksida
Natrium oksida
Kalium oksida
Titanium ( IV) oksida
Fosforus
SiO2
Al2O3
Fe2O3
FeO
MgO
CaO
Na2O
K2O
TiO2
P2O5
60,18
15,61
3,14
3,88
3,56
5,17
3,91
3,19
1,O6
0,30


Selain itu juga terdapat dua unsure yang disebut unsure jarang (0,1 – 0,02%) yaitu karbon, mangan,belerang, barium, klorin, kramium, florin, zat kanium, nikel, trosium dan vanadium.

2.Mineral dan Biji Tambang di Indonesia
            Biji logam terutama timah dan aluminium serta beberapa logam transisi (emas, tembaga, magan dan perak) tersebar dari Sumatra, jawa, kalimanta, Sulawesi hingga papua. Unsur – unsure di alam banyak dimanfaatkan untuk produksi bahan yang berguna lagi bagi kehidupan manusia. Nitrogen dimanfaatkan untuk membuat ammonia untuk selanjutnya  digunakan sebagai bahan baku  dalam pembuatan pupuk dan bahan peledak. Gas Oksigen digunakan untuk berbagai keperluan seerti dalam proses pengelasan dan proses oksidasi. Paduan logam besi, kromium, dan nikel dikenal sebagai Stainless stel.

TABE TEMPAT PENAMBANGAN BIJI YANG ADA DI INDONESIA
Nama unsur
Nama Bijian
Rumus kimia
Daerah penambangan
Aluminium
Besi



Emas dan
Perak

Magan

Nikel



Tembaga

Timah

Bauksit
Hematik
Magnetic
Siderite

Unsure bebas

Pirolus

Peniandt
Garnierite
Milerit

Kalkopirit

Kasi erit


Al2O3, 2H2O
Fe2O3
Fe2O4
FeCO3

Au dan
Ag

MnO2

NIS. FeS
NI.MgSIO3
NIO3

CuFeS2

SnO2
P.Bintan – riau singkawang, cilacap




Bankalis, sumatera; Balang Mongondow dan Minahasah

Perbukitan Morelon, lampung, malku

P. serang, Sulawesi selatan, Dongala, Sumsel


Tembagapura, papua

Kep. Riau, Belitung


B. Sifat – sifat kronolagi Unsur
1. Sifat Fisis
            a. Volum dan Jari – jari Atom
Lathar Meyer pertamakali menemukan sifat keperaioakftiban yang diproleh dari angka sebanding  antara massa atom relative (massa moral) dengan kecepatan atom.


Volum atom = massa molar (g mol-1)/kerapatan (g cm-3)
Volum atam bergantung 3 faktor, yaitu jumlah kulit, terkait inti terhadap electron , dan gaya toaak antar atom pada kulit terluar.

Jari – jari atom dalah jarak anara inti sampai electron yang trdapat pada kulit terluar.

            b. Titik Didih dan Titik Lebur
Meleleh merupakan peristiwa merenggangnya jarak antara atom dari suatu unsure pembuatannay (kenaikan) titik lebur yang disebabkan oleh gaya van der waals ini terdapat pada unsure halogen (VII A)

            e. Energi ionisasi
Energi ionisasi (Ei) atau potensial ionisasi  adalah bersarnya energy yang diperluak ansuatu atom dalam wujud gas untuk melepaskan eleketron yang terikat palig lemah gaya tarik InH terhadap Elektron akibatnya semakin mudah dilepas. Hal ituberarti untuk melepaska electron hanya diperluan sedikit energy.

2. Sifat Kimia
a. Pola kereaktifan unsure dalam system prodik unsur – unsur golongan VIIA juga sangat reaktif karena aktifitas elektronnya tinggi sehingga mempunyai kecenderungan  mudah membentuk ion fositif . Unsur  unsur blok s semakin besar omor atomnya semakin relative, sebab energy ionisanya semakin kecil, sedangkan unsur blok p (kecuali gas mulia) mempunyai kecendrungan semakin bawah dalam satu golongan menjadi kurang reaktif, beberapa unsur transisi (blok d) sangat sertabil terutama unsur golonan 1B (Cu, Ag, dan Au) dan beberapa unsur lainnya yaitu Pt dan Hg.

b. Kelarutan senyawa dan pola kecendrungannya kelarutan suatu zat di dalam air dipengaruhi oleh eberapa fakto, antara lain ukuran partikelnya (molekul atau ion), Eneri kisi merupakan gas bergabung membentuk Kristal lanik, sedangkan enrgi hidrasi adalah energy yang dilepas apabila ion – ion gas terlaut dalam air.

Pada proses reaksi pelarutan dua reaksi yang terlibat
M+ S- (s)                                                       M+ (g) + S- (g)…………………..(1)
M+ (g) + S(g) + H2O (l)                                                        M+ (aq) + S(aq)…(2)
Pda reaksi 1 diperlukan energy sebesar energy kisinya, sebab proses ini
yang berkaitan denagan dengan proses pembentukan kisi Kristal. Dalam proses pembentukan kisi Kristal, energy kisi dilepaskan, maka pada reaksi 1 aka diperlukan energy sebesar kisinya. Keaksian 2 merupakan reaksi yang melepas kalor, sehingga proses pelarutan akan belansung dengan mudah bila energy yang dilepas pada reaksi 2 lebih besar daripada yang dibutuhkan di reaksi 1. Sela factor diatas struktur Kristal suatu zat . Stuktur Kristal adalah khas atau unik untuk suatu zat yang segolongan mempunyai struktur Kristal yang berbeda akan dapat menimbulkan penyimbangan pda pola kecendungan lkelarutannya. Kasus iniadalah pola kecendrungan kelarutan dari garam oksalat (C2O42-) dari golongan alkali tanah.

c. Kepridikan Sifat asam dan Basa
 Kekuatan asam dan basa dapat diprduksikan dari kekuatan antara proton (H+) dengan atom pusat yang mengikatnya semakin kuat ikatan terhadap proton, semakin emah sifat suatu asam. Berdasarkan lah tersebut dalam suatu golongan asam binernya semakin kuat dengan naiknya nomor atom (semakin kebawah). Miasalnya asam halide akan semakin kuat dengan urutan Hf < Hcl < HBr <HI < VIA, H2O<H2S < H2Se < H2Te



d. Daya mempolarisasi dan terpolarisasi
Jika kation M+ bersekatan dengan anion X-, maka kation M+ akan mempunyai kecendungan untuk emnarik awan (orbital) electron dari atom X- yang ada diolekatnya diantara kedua inti atom dan terjadi proses polarisasi electron.
Daya mempolarisasi kation ditemukan oleh perbandingan muatan kation terhadap jari –jari kation. Daya polarisasi kation  B3+  > Be2+  > Li+ dan daya polarisasi kation Li+ > Na+ >K+
Ada beberapa jenis electron akan terikat lebih kuat karena adanya efek perlindungan oleh sub kulit yang lain. Elektron yang sudah berpasangan di alam suatu orbial ternyata lebih kuat teriat oleh inti karena adanya pengaruh perlindungan electron dari pasangannya.
e. Kelektronegatifan
Kelektronegatian suatu atom menunjukan kecendrungan suatu atom untuk menarik pasangan electron yang digunakan bersama pembentukan ikatan dengan atom lain

f. Sifat magnetk
Sifat magnetic suatu atom usur berkaitan dngan unsur elektronnya, sesuai dengan aturan aufbau, laranga pauli, dan aturan Hanad. Atom – atom yng semua elektrona telah berpasangan cenderung di hk, sedangkan atm – atom yang mempunyai electron tidak brpasangan akan tertari oleh medan magnet disebut atom yang bersifat paramagnetile.                  
 Terdadapat 92 unsur yang terdapat secara alami. Sebagain unsure tersebut bernilai ekonomi salah satu cara mendapatkan unsure tersut adalah dengan cara menambang.

C. Pertambangan
            Indonesia dikenal sebagai salah satu negagara yang kaya aan sumberdaya alam. Di Indonesia pemanfaatan sumbaerdaya alam diatur dalam undang – undang no II tahun 1967 mengenai ketentuan pokok pertambangan . Bham tambang adalah unsure kimia; mineral, besi, biji besi, dan segala jenis batuan termasuk didalmnya batu mulia yang merupakan endapan alam.

1. Pengelolaan Barang Tambang
            Menurut undang – undang no II tahun 1967, bahan tambang diklasifikasikan menjadi tiga bagian berdasarkan bahan dasarnya.
·         Bahan tanbang golongan A disebut galian stategis karena, perananya yang sangat pebting bagi pertumbuhan dan perkembangan serta perkonomian ssosail cantoh: minyak bumi, gas alam, batu bara, tembaga, aluminum, timah, bahan radio aktif dan nikel.
·         Bahan galian B disebut bahan galian vital. Bahan galian B merupakan bahan galian yang menjami hajat hidup orang banyak. Contoh : emas, perak, besi, mangan, bauksit, intan, sulfur dan tembaga.
·         Bahan galain C merupakan selan bahan gaian vital dan stategis. Contohnya granit, batu tulis, batu kapur dan tanah.

Bedasarkan keperluannya bahan idustri dapat dibedakan menjadi 2 bagain yaitu bahan gailin golam dan nonlogam.
            a. BAHAN GALIAN LOGAM
                        Contoh; timah, besi, bauksit, emas dan perak
            b. BAHAN GALIAN BUKAN LOGAM
                        Contoh; kalsit, sulfur, gafis, batu gaping, intan dan marmer

2. Sifat Unsur
            Setiap unsure atay senyawa yang terdapat dilaut mauun didarat memiliki sifat unsure yang khas yang berbeda dengan unsure atau senyawa yang lainnya. Cenderung yang terjadi adalah sifat fisis dan kimia.

a. Sifat Unsur- unsure Gas Mulai
            Gas helium merupakan gas mulia. Gas mulia terdapat pada golongan VIII A dalam system table priodik dan mempunyai electron valensi sebanyak 8 buah dengan konfigurasi electron ns2 np6, kecuali unsure helium (He) yang mempunyai2 elektron valensi dengan konfigrasi 1s2.
            Gas mulia terdapat bebas dalam bentuk monoatomik dengan gaya Van Der Waals yang lemah sehingga titik lebur dan titik didihnya rendah.

b. Unsur gas Mulia
·         Unsur helium
Ditemuka oleh janse tahun 1868
·         Unsur neon
Ditemukan pertama kali oleh William Ramsay dan Travers tahun 1898
·         Unsur Argon
Ditemukan oleh Sir Rayleight dan William Ramsay tahun 1898
·         Unsur xenon
Ditemukan William Ramsay dan Travers tahun 1898
·         Unsur Radon
Merupakan salah satu hasi peluruhan radium.

c. Kegunaan Gas Mulia
·         Helium digunakan tabung pernapasan bagi penyelam sebagai gas campuran oksigen
·         Gas helium juga digunakan sebagai pengisi balaon karena ringan dan tidak mudah terbakar
·         Sinar laser yang terdiri dari gas Helium – neon dapat digunakan untuk pengobatan pada bida kedokeraan